Salah satu puisi dari Komunitas Seni SwaTantu yang dibacakan di acara Tajug Syahadat (bulan Januari kemarin)
Manusia Kabut
Semalam bahkan bulan pun luput dari kabut
Dan pagi ini
masih tersisa mendung bergelayut
Dan pagi ini
masih tersisa mendung bergelayut
Sisi utara Muria
Tempat menyatu bumi langit
Kabut turun berarak
Mencium tanah subur
Dalam tafakur daun-daun basah
Tempat menyatu bumi langit
Kabut turun berarak
Mencium tanah subur
Dalam tafakur daun-daun basah
Di atas lahan tanahnya,
ditanamkan seribu nyanyian
Tentang hidup
Cinta dan puisi makna
ditanamkan seribu nyanyian
Tentang hidup
Cinta dan puisi makna
Bergema..
lirih dari pandangmu
Hymne keagungan Tuhanmu
Serta gerak menyatu dengan bumi
lirih dari pandangmu
Hymne keagungan Tuhanmu
Serta gerak menyatu dengan bumi
Ya..
Ia melahirkan manusia-manusia perkasa
Untuk digemblengnya sabar dan setia
Ia melahirkan manusia-manusia perkasa
Untuk digemblengnya sabar dan setia
Oh..
Ia tahu bagaimana harus mengelabui mata
Hujan-hujan ragu
Ia tahu bagaimana memainkan ikatan kalbu
Ia tahu bagaimana harus mengelabui mata
Hujan-hujan ragu
Ia tahu bagaimana memainkan ikatan kalbu
Manusia Kabut tak pernah resah
Meraka tahu kapan doa kan terjawab
Manusia kabut tak pernah menyerah
Sebab
Ia tahu ikhlas adalah sebab
Meraka tahu kapan doa kan terjawab
Manusia kabut tak pernah menyerah
Sebab
Ia tahu ikhlas adalah sebab
Selamat kembali bertemu cerlang nirvana, Mas Aryo...
0 komentar:
Post a Comment